Tampilkan postingan dengan label Telaah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telaah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Maret 2009

Ensiklopedia

Ilmu pengetahuan berkembang begitu pesatnya, sehingga kita kewalahan meraihnya. Seperti dikatakan "Belajarlah semenjak dibuaian hingga sampai ke liang lahat" mungkin itu yang memacu kita untuk terus belajar, belajar, dan belajar lebih banyak lagi. Untuk itu kami akan selalu berkelanjutan akan coba mengupdate ensiklopedia ini, selamat belajar.

A
Active PFC
Karakteristik satuan daya arus bolak-balik (AC) memiliki dua macam perhitungan daya (power), yaitu active dan reactive. reactive power pada PSU dapat dihasilkan dari beban yang nonlinear. Sewaktu-waktu PSU akan terbebani dengan high impulse, yang akan mempengaruhi tegangan masukan (main voltage). Dengan active PFC, high impuls reactive power ini dapat ditekan seminimal mungkin. Active PFC memungkinkan transformer PSU mengonsumsi daya secara proporsional, sesuai daya yang dibutuhkan. Di negara maju, fitur active PFC mulai direncanakan menjadi fitur wajib untuk dapat memenuhi standarisasi Energy Star.
Access Time
Waktu yang diperlukan untuk dapat mengakses data yang dibutuhkan, dari keadaan idle (diam) hingga mendapatkan data tersebut.
ATA/133
Merupakan standar kecepatan transfer data tertinggi perangkat dengan interface PATA (pararel). Beberapa nama lainnya adalah ATA-7, ATA/ATAPI-7, Ultra-DMA/133, UDMA 6, dan lain-lain. Untuk mencapainya, dibutuhkan controller harddisk yang sudah mendukung, juga controller bus pada sisi PC (lebih tepatnya pada motherboard). Sedangkan, dalam pengembangan selanjutnya adalah ATA-8 atau ATA/ATAPI-8.
B

C
CRT
Cathode Ray Tube, jenis monitor yang menggunakan tabung besar sebagai display yang biasanya Anda temukan pada unit TV konvensional.


D
Driver atau tranducer
adalah nama lain dari speaker itu sendiri, dimana tidak termasuk boks maupun komponen elektronik lainnya seperti amplifier. Ukuran tiap driver biasanya ditentukan dari diameter membran speaker dengan satuan inchi.
E
F
G
H
High Efficiensy
Efisiensi pada PSU adalah rasio perbandingan antara daya yang masuk (input power), dibandingkan dengan daya yang dihasilkan (output power). Makin tinggi rasio efisiensi, makin sedikit panas yang dilepaskan oleh PSU. Sedikit banyaknya akan mempengaruhi beban listrik, yang akan berpengaruh dengan tagihan listrik Anda. Ini juga memungkinkan tingkat kebisingan PSU lebih rendah, karena dibutuhkan pendingin yang minim dibanding PSU berefisien rendah.
I
Inkjet Printer
Unit printer atau untuk jenis unit all-in-one, yang menggunakan penembakan tinta cepat kering melalui lubang nozzle kecil dalam membentuk gambar atau karakter di kertas. Saat ini, printer inkjet menjadi standar printer untuk digunakan pada komputer personal (PC). Hal itu dikarenakan inkjet printer paper tray wadah tempat menampung kertas kosong yang akan dicetak atau juga penampung kertas yang sudah dicetak / print.
J
K
L
LCD
Liquid Crystal Display adalah jenis monitor terbaru yang menggunakan bahan cairan kristal dalam membentuk penampang display di monitor.

(disadur dari majalah PCMEDIA 04/09 hlm.62-63)

Senin, 02 Februari 2009

Mengapa kita membaca AlQuran ?

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Mengapa kita membaca AlQuran meskipun kita tidak mengerti satupun artinya ?
Ini suatu cerita yang indah :

Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Quran di meja makan di dapurnya.
Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu nya bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur ' An seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur ' An?
Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan keranjang batubara di tungku pemanas sambil berkata , " Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air."
Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.
Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.
Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong , maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.
Sang kakek berkata, " Aku tidak mau satu ember ai r ; aku hanya mau satu keranjang ai r.
Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.
Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir percuma?"
Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. " Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. "
"Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur 'an. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, didalam dan diluar dirimu .
Jika kamu merasa em ai l ini patut dibaca, maka lanjutkanlah ke teman-temanmu. Seperti sabda Nabi Muhammad( SAW) :
" Bagi siapa saja yang membawa kebaikan maka akan mendapat ganjaranya yang sama "

Wassalamualaikum wr wb.

Kiriman dari aris winanto [aristwow@yahoo.com]
Jazakumullahu khoiron katsiron

Jumat, 16 Januari 2009

Yoyoh Yusroh: Ngapain Aja?


Wanita Palestina Anaknya rata-rata 14



Yoyoh Yusroh, anggota DPR dari PKS, bercerita kepada mahasiswa lembaga dakwah kampus (LDK) Universitas Indonesia bahwa dia pernah bertemu dengan Ummu Mus'ab dan Ummu Hamzah, wanita Palestina.

Hari Sabtu 9 Januari lalu, dia bercerita pernah ditanya oleh salah satu wanita Palestina itu. "Anak saya 13 orang" jawab Yoyoh.”

"Hah tiga belas" bisik para aktifis LDK yang kaget mendengar jumlah tersebut.

Kedua wanita Palestina itu biasa saja mendengar jawaban Yoyoh. "Karena anak mereka rata-rata 14" kata Yoyoh yang membuat para mahasiswa semakin kaget lagi.

Pertanyaan kedua muncul untuk ibu anggota DPR ini. "Kamu hafal al-Qur’an?" tanya Ummu Mus'ab.
"Belum sampai 20 juz," jawabnya. Kemudian ditanya lagi berapa usianya. Yoyoh menjawab 41 tahun.

"Kamu selama ini ngapain aja?" tanya Ummu Mus'ab. Makanya hafalin al-Qur’an yuk. (Abidah Wafaa/em)

Dikutip dari : http://sabili.co.id/index.php/20090115686/Indonesia-Kita/Yoyoh-Yusroh-Ngapain-Aja.htm

Selasa, 23 Desember 2008

Terbongkarnya Penipuan Profesor Evolusionis Jerman [Bagian 1]

Catatan hitam evolusionis tidak berhenti pada pemecatan, penghinaan dan pembungkaman kalangan akademisi yang berani mengritik secara ilmiah teori evolusi. Mereka tidak jera memalsukan bukti demi mempertahankan ideologi ateis itu



Hidayatullah.com--Bentuk DVD dari film dokumenter kisah nyata “Expelled: No Intelligent Allowed” baru saja beredar akhir Oktober 2008 lalu, www.expelledthemovie.com.

DVD ini adalah rekaman film layar lebar yang beberapa bulan sebelumnya telah tayang, mengisahkan pengalaman nyata para staf pengajar dan ilmuwan yang dicaci-maki, tidak diperpanjang masa kerjanya dan bahkan dipecat.

Mereka didzalimi seperti itu hanya karena percaya akan kemungkinan adanya perancangan di alam. Mereka dianggap melakukan kejahatan hanya karena yakin berdasarkan penelitian ilmiah mereka, bahwa kehidupan ini mungkin muncul bukan secara tidak sengaja, atau tidak diciptakan Pencipta.

Film ini bukanlah sebuah film biasa. Ini adalah bentuk penyadaran rakyat Amerika Serikat dan masyarakat dunia akan adanya kedzaliman, kekejaman dan kediktatoran yang membungkan kebebasan berbicara di dunia akademis. Film ini dibuat sekaligus dibarengi dengan upaya penggalangan dukungan terhadap petisi kebebasan akademis, www.academicfreedompetition.com demi mengesahkan undang-undang yang melindungi semua orang dari tindakan semena-mena diktator evolusionis.

Catatan hitam evolusionis

Perilaku tidak pantas evolusionis tidaklah terbatas pada tindakan kasar sebagaimana diungkap film dokumenter tersebut. Aneka pemalsuan dan kebohongan mengenai bukti-bukti rekaan evolusi seperti lukisan khayalan dan berlimpah fosil palsu menambah panjang daftar kejahatan mereka dalam menipu manusia agar percaya pada teori bohong evolusi. Sepertinya pemalsuan masa lalu seperti gambar embrio Haeckel dan manusia Piltdown tidaklah membuat mereka jera.

Sebut saja profesor evolusionis asal Jerman, Reiner Protsch von Zieten, yang beberapa tahun lalu menjadi bintang media massa. Fotonya terpampang di mana-mana bukan lantaran temuan gemilangnya mengenai evolusi, tapi karena penipuan yang dilakukannya sehubungan dengan beragam fosil.

Profesor tidak selalu jujur

Profesor evolusionis yang ahli antropologi itu diketahui telah memberikan informasi palsu mengenai usia sejumlah fosil penting selama 30 tahun terakhir. Akibat perbuatannya, sang profesor diminta mengundurkan diri dari jabatannya.

Asal tahu saja, informasi dusta yang dikarang oleh sang Profesor itu telah dikemukakan sebagai “fakta” di buku-buku pelajaran. Dihadapkan kejadian memalukan ini, pihak berwenang di Jerman menyatakan bahwa informasi dusta itu perlu mendapatkan perombakan menyeluruh.

Menurut temuan komisi penyidikan, Profesor Reiner Protsch von Zieten asal Universität Frankfurt, Jerman, telah secara sistematis mengubah usia-usia serangkaian fosil-fosil manusia yang ditemukan di Eropa, dengan menampilkannya ribuan tahun lebih tua daripada yang sebenarnya.

Perbuatan memalukan dari profesor evolusionis itu tidak hanya berhenti di situ saja. Menurut laporan media masa dunia asal Jerman, Deutsche Welle, 18 Februari 2005, sang profesor juga didakwa menjual tengkorak-tengkorak yang bukan miliknya demi mendapatkan keuntungan secara tidak benar, serta didakwa menjiplak penelitian-penelitian ilmuwan-ilmuwan lain. “Professor Resigns Over Misconduct Scandal” (Profesor Mengundurkan Diri Karena Skandal Perilaku Buruk) bunyi laporan yang memalukan itu di www.dw-world.de.

Masih ada lagi catatan hitam sang profesor. Sebagaimana diberitakan harian Inggris The Guardian terbitan 19 Februari 2005 dengan judul “History of modern man unravels as German scholar is exposed as fraud” (Sejarah manusia modern menguak di saat pakar Jerman terungkap menipu). Laporan itu menuliskan bahwa Profesor von Zieten pernah mengatakan bahwa manusia setengah kera berusia 50 juta tahun yang dijuluki Adapis telah ditemukan di Swiss. Namun faktanya, fosil monyet itu telah digali di Prancis.

Penyidikan telah menetapkan bahwa Profesor Protsch menyelewengkan fakta-fakta ilmiah selama 30 tahun terakhir. [wwn/guardian/dw/science/www.hidayatullah.com/bersambung]

Dikutip dari http://hidayatullah.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=7852:terbongkarnya-penipuan-profesor-evolusionis-jerman-bagian-1&catid=89:teori-evolusi-menanti-ajal&Itemid=86

Selasa, 29 April 2008

Konspirasi di Balik Flu Burung

Uraian DNA H5N1 asal Indonesia disimpan di Los Alamos National Laboratory New Mexico AS. Laboratorium yang dikontrol Kementerian Energi AS ini dulu digunakan untuk merancang bom atom Hiroshima. Lantas, virus ini untuk vaksin atau senjata kimia?

Oleh Dwi Hardianto

LBH Kesehatan menginformasikan jika ayah almarhum Nasrudin, warga Tangerang yang meninggal akibat terinveksi flu burung (avian influenza) di RS Persahabatan Jakarta, mendaftarkan gugatan terhadap Kedubes AS dan WHO ke PN Jakarta Pusat, Selasa (4/3). Keluarga Nasrudin ingin mengetahui kematian anaknya karena faktor apa, apakah karena senjata biologi AS?


Gugatan ini muncul, sebulan setelah Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari meluncurkan bukunya di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (6/2). Buku yang berisi pengalaman langsung selama menangani penyakit pandemik ini terbit dalam dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Judulnya, "It's Time for the World to Change, Divine Hand Behind Avian Influenza." Dalam edisi Indonesia berjudul "Saatnya Dunia Berubah. Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung."


Buku bersampul merah–yang edisi bahasa Inggris–ini beredar luas di AS dan Eropa. AS dan sekutunya langsung berang. Pasalnya, sang menteri membeberkan keberhasilannya menumbangkan ketidaktransparanan WHO dalam mekanisme virus sharing H5N1. Selama 50 tahun terakhir, mekanismenya harus melalui Global Influenza Surveilance Network (GISN) bentukan AS yang tidak ada dalam struktur resmi WHO.


Cardiyan HIS, editor buku ini menuturkan kronologisnya pada Sabili. Perlawanan sang menteri dimulai ketika flu burung mulai menelan korban pada 2005. Saat itu, menkes ”marah” karena kematian tujuh orang warga Tanah Karo, Sumatera Utara, langsung diumumkan oleh WHO melalui CNN sebagai kasus flu burung human to human. Padahal, tidak didahului dengan penelitian DNA korban. Hipotesa menkes saat itu, kasusnya masih animal to animal. ”Ternyata hipotesa ini terbukti benar sampai sekarang,” jelasnya.


Meski begitu, menteri kelahiran Solo, 6 November 1950 ini tetap kelabakan. Tamiflu, satu-satunya obat yang dipercaya bisa mengobati flu burung, harus tersedia. Tapi obat ini justru diborong negara-negara kaya yang tak terkena flu burung. ”Ini tidak adil, negara-negara lemah yang terkena tidak memperoleh apa-apa. Untung saja ada bantuan dari India, Thailand dan Australia,” ujar Menkes kala itu.


Korban terus berjatuhan. Pada saat bersamaan, dengan alasan penentuan diagnosis, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melalui WHO Collaborating Center (WHO–CC) di Hong Kong memerintahkan Indonesia menyerahkan sampel spesimen H5N1. Perintah itu diikuti menkes. Tapi, ia juga meminta Laboratorium Litbangkes melakukan penelitian. Hasilnya ternyata sama. Lalu, mengapa WHO–CC meminta sampelnya dikirim ke Hong Kong?


Dalam buku versi bahasa Inggris, menkes menulis, ia terbayang pada korban flu burung di Vietnam. Sampel virus orang Vietnam itu diambil dan dikirim ke WHO CC untuk dilakukan risk assessment, diagnosis dan dibuat seed virus. Dari seed virus ini dibuat vaksin. Ironisnya, pembuat vaksin adalah perusahaan-perusahaan besar dari negara kaya yang tak terkena flu burung. Mereka mengambil dari negara korban dan menjualnya ke seluruh dunia tanpa izin, tanpa kompensasi.


Siti Fadilah pun ”marah”. Ia merasa kedaulatan, hak dan martabat negara-negara berkembang dipermainkan GISN WHO. Badan yang sangat berkuasa ini telah menjalani praktik selama 50 tahun. Badan ini telah memerintahkan lebih dari 110 negara untuk mengirim spesimen virus flu-nya tanpa bisa menolak. Virus menjadi milik mereka dan mereka berhak memprosesnya menjadi vaksin.


Menurut Cardiyan HIS, menkes yang juga ahli spesialis jantung dan pembuluh darah ini cukup cerdik. Meski terpaksa mengirim sample virus ke WHO, pada saat yang sama ia juga mengirim ke Gene Bank, agar hasilnya bisa diakses oleh ilmuwan di seluruh dunia. Tidak seperti GISN WHO yang hanya dihuni 15 ilmuwan eksklusif, empat orang dari WHO dan selebihnya tak dikenal. Ilmuwan dunia menyambut baik keberanian Indonesia. Ini dianggap sebagai revolusi besar.


Saat menkes ragu pada WHO, The Straits Times Singapura (27 Mei 2006) melaporkan, para ilmuwan tidak dapat mengakses data sequencing DNA H5N1 di WHO-CC. Belakangan diketahui, data ini justru disimpan di Los Alamos National Laboratoty di New Mexico, AS di bawah kontrol Kementerian Energi AS. Meski pemerintah AS membantahnya, tapi situs resmi Los Alamos terang-terangan mengakui menyimpan uraian DNA H5N1 asal Indonesia.


Di laboraturium inilah dulu dirancang bom atom Hiroshima. Lantas, virus ini untuk vaksin atau senjata kimia? Siti Fadilah pun tak tinggal diam. Ia minta WHO membuka data itu. Ia berusaha keras agar mekanisme virus sharing diubah menjadi transparan. Hasilnya, pada 8 Agustus 2006, WHO mengirim data itu. Tak berhenti di situ, menkes terus mengejar WHO-CC agar mengembalikan 58 virus asal Indonesia.


Asro Kamal Rokan dalam artikelnya di Republika menulis, 58 virus asal Indonesia konon sudah ditempatkan di Bio Health Security, Lembaga Penelitian Senjata Biologi Pentagon. Meski harus berhadapan dengan adidaya, menkes terus melawan. Ia tak lagi bersedia mengirim spesimen virus yang diminta WHO, selama mekanismenya imperialistik, kapitalistik dan mengancam umat manusia.


Perlawanan menkes tak sia-sia. Meski Siti Fadilah dikecam WHO dan dianggap menghambat penelitian, tapi akhirnya dalam sidang Pertemuan Kesehatan Sedunia di Jenewa, 20 November 2007, International Government Meeting (IGM) WHO, menyetujui mekanisme virus sharing dan membubarkan GISN.


Kini Indonesia ditunjuk oleh World Health Assembly Meeting (forum tertinggi menteri-menteri kesehatan seluruh dunia), untuk membuat konsep virus sharing. Selain melakukan deal dengan Baxter Inc (perusahaan farmasi AS) Indonesia juga akan bekerasama dengan banyak perusahaan termasuk dari dalam negeri seperti, Lembaga Eijkman dan PT Biofarma Tbk yang sudah mampu membuat vaksin.


Tapi, upaya AS dan sekutunya untuk membungkam buku ini tak pernah surut. Meski sudah sebulan berlalu, melalui jalur diplomatik di dalam dan luar negeri, AS terus menekan pejabat-pejabat Indonesia agar menarik buku edisi bahasa Inggris yang beredar luas di AS dan Eropa itu. Beberapa komprador AS di dalam negeri juga terus beraksi, agar buku yang memalukan tuannya ini ditarik. Tapi, Menkes bergeming.


Ia tak gentar menghadapi reaksi keras kaum kapitalis ini. Ia bertekad mempertahankan buku itu agar tetap beredar, apa pun risikonya. “Saya tak akan pernah tarik buku itu dari peredaran. Bahkan, menkes justru akan mencetak ulang dan menerbitkan jilid keduanya. “Selain cetak ulang, saya juga akan segera menerbitkan jilid dua buku ini,” paparnya.


Beberapa pihak juga medukung agar menkes tidak menarik dan merevisi bukunya itu. Dukungan antara lain datang dari Ketua Umum PP Muhhamadiyah Dien Syamsuddin, Ketua Umum PP Nahtlatul Ulama Hasyim Muzadi dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafiie Ma'arif, ”Siapapun tidak punya hak untuk melarang peredaran buku ini, kecuali buku ini mengganggu ketertiban,” tegas Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng Sholahuddin Wahid.


Bahkan, Kepala Badan Intelejen Negera (BIN) Syamsir Siregar, setelah memanggil dan mendengar penjelasan Siti Fadilah juga menyatakan dukungannya. ”Setelah saya jelaskan, BIN bisa menerima bahkan memberi dukungan,” tandas menkes. Demikian juga dengan Menteri Pertahanan dan Keamanan Juwono Sudarsono yang melihat menkes telah memenangkan pertempuran diplomasi internasional.


Sebagai peneliti yang telah lama malang melintang di dunia kesehatan, Siti Fadilah tahu betul, virus bisa dilemahkan, bisa dijadikan vaksin atau dikuatkan menjadi senjata biologi. Data uraian virus tidak mungkin didapat tanpa meneliti virus. Dengan data yang lengkap maka virus dapat direkayasa menjadi senjata biologis. Tidak masuk akal jika laboratorium yang pernah menciptakan bom atom Hirosima, hingga antrax, hanya menyimpan data sequensing, tanpa virusnya.


Indonesia sendiri pernah kecolongan pada kasus virus small pox (cacar). Pada 1974, Indonesia dinyatakan bebas cacar oleh WHO. Karenanya, tahun 1984 WHO datang ke Indonesia untuk memusnahkan virus cacar sekaligus laboratoriumnya di Biofarma Bandung. Sejak saat itu Indonesia tidak lagi memiliki virus cacar. Tiba-tiba pada 2003, WHO mengumumkan adanya senjata biologis dari virus cacar.


“Tahun 2005 Indonesia harus membeli vaksin cacar dari WHO karena ada senjata biologi dari small pox. Yang bikin siapa saya tidak tahu tapi yang punya vaksin adalah perusahan Amerika,” jelas Siti Fadilah. Selanjutnya, seluruh dunia harus membeli vaksin untuk persediaan. Harganya pun super mahal, mencapai Rp 600 milyar. “Pemerintah tidak puya uang. Pengalaman ini tidak boleh terjadi pada flu burung. Kalau menjadi senjata biologi bisa mencelakakan umat manusia,” pungkasnya.

(Dikutip dari http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=15&Itemid=30)

Kamis, 28 Februari 2008

"Tuhan-Tuhan" Baru

Memang manusia adalah makhluk yang unik. Bagaimana tidak, manusia diberikan kelebihan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Sehingga dengan kelebihannya manusia bisa menjadi "malaikat" atau bahkan menjadi "setan".
Sekarang telah muncul fenomena baru yaitu bermunculannya "tuhan-tuhan" baru. Kalau dulu nabi Musa bingung dengan ulah kaumnya yang menolak ajakannya untuk menyembah tuhan selain Allah -- yaitu yang menciptakan alam seisinya -- dengan munculnya patung Samiri -- patung yang bisa berbicara. Apabila kita kaitkan dengan zaman sekarang patung Samiri bisa disamakan dengan televisi salah satunya. Dengannya kita bisa duduk bersimpuh tawadu, khusuk, berjamaah untuk menontonnya walaupun ada kegiatan lain yang lebih penting dari itu. Misalnya kita sering melihat saat acara life pertandingan bola di stasiun swasta pada jam-jam yang biasanya dini hari.

Kamis, 21 Februari 2008

Kedewasaan : Kebutuhan dan Keinginan

Memang banyak yang mengira tentang kedewasaan diukur dengan seberapa tua umur seseorang untuk dikatakan dirinya itu dewasa.
Akan tetapi menurutku suatu kedewasaan itu diukur dengan bagaimana kita bisa memanajemen antara kebutuhan dan keinginan kita. Mengapa demikian? Karena dengan bisa memisahkan kebutuhan dan keinginan kita sudah bisa dikatakan dewasa. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus kita paksakan untuk dipenuhi dan keinginan adalah sesuatu yang harus kita batasi keberadaannya. Sebab sebuah keinginan belum tentu kita butuhkan dan suatu kebutuhan harus kita paksakan walaupun kita tidak ingin.
Misalnya seorang mahasiswa belum pernah ada seorang mahasiswa punya hobi mengerjakan PR. Padahal hal itu merupakan kebutuhan seorang mahasiswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosennya. Dan banyak orang yang menonton televisi walaupun sebenarnya mereka tidak butuhkan.